Dionangger's Blog

Oktober 7, 2009

Materi Ajar Kependudukan & Lingkungan Hidup

Filed under: Uncategorized — dionangger @ 2:21 am

Definisi Kependudukan

Adalah hal yang berkaitan dengan jumlah, ciri utama, pertumbuhan, persebaran, mobilitas, penyebaran, kualitas, kondisi, kesejahteraan yang menyangkut politik, ekonomi, sosial, budaya, agama serta lingkungan penduduk tersebut

Kependudukan atau demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. Meliputi di dalamnya ukuran, struktur, dan distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran, kematian, migrasi, serta penuaan. Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikan, kewarganegaraan, agama, atau etnisitas tertentu.

a. Pengertiaan Dasar Demografi

Kata demogrfi berasal dari  bahasa Yunani “  demos ” yang berarti : rakyat atau penduduk dan “ grafein ” yang  artinya menulis. Jadi demografi adalah tulisan-tulisan atau karangan-karangan mengenai rakyat atau penduduk. Istilah ini dipakai untuk pertama kalinya oleh Achile Guillard dalam tulisannya yang berjudul element de statistique humaine on Demographic Compares pada tahun 1885.

b. Tujuan-tujuan dan Penggunaan Demografi

Terdapat  4 tujan pokok yang dipakai oleh para ahli demografi, yaitu :

  1. Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam suatu daerah tertentu.
  2. Menjelaskan pertumbuhan masa lampau, penurunannya dan persebarannya dengan sebaik-baiknya dan dengan data yang tersedia.
  3. Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan bermacam-macam aspek organisasi sosial.
  4. Mencoba meramalkan pertumbuhan penduduk di masa yang akan datang dan kemungkinan-kemungkinan konsekuensinya.

Perencanaan-perencanaan yang berhubungan dengan pendidikan, perpajakkan, kemiliteran, kesejahteraan sosial, perumahan, pertanian, dan perusahaan, rumah sakit-rumah sakit,akan menjadi lebih tepat apabila kesemuanya didasaarkan pada data kependudukan

Apabila seseorang ingin mengetahui  sebeberapa cepat berkembangnya perekonomiaan suatu Negara, maka hal ini dapat dilihat dari pertumbuhaan lapangan kerja, persentase penduduk yang ada di sektor pertanian, industri dan jasa-jasa.

Definisi Lingkungan Hidup Indonesia

Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997[1], lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Sedangkan ruang lingkup lingkungan hidup Indonesia meliputi ruang, tempat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berWawasan Nusantara dalam melaksanakan kedaulatan, hak berdaulat, dan yurisdiksinya.

Pendidikan yang baru dan termasuk paling penting pada masa sekarang ialah pendidikan lingkungan. Pendidikan tersebut berkaitan dengan pengetahuan lingkungan di sekitar manusia dan menjaga berbagai unsurnya yang dapat mendatangkan ancaman kehancuran, pencemaran, atau perusakan.

Dalam lingkungan hidup terdapat ekosistem, yaitu tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup.

Merujuk pada definisi di atas, maka lingkungan hidup Indonesia tidak lain merupakan Wawasan Nusantara, yang menempati posisi silang antara dua benua dan dua samudera dengan iklim tropis dan cuaca serta musim yang memberikan kondisi alamiah dan kedudukan dengan peranan strategis yang tinggi nilainya, tempat bangsa Indonesia menyelenggarakan kehidupan bernegara dalam segala aspeknya.

Secara hukum maka wawasan dalam menyelenggarakan penegakan hukum pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia adalah Wawasan Nusantara.

Lingkungan hidup dapat didefinisikan sebagai:

  1. Daerah di mana sesuatu mahluk hidup berada.
  2. Keadaan/kondisi yang melingkupi suatu mahluk hidup.
  3. Keseluruhan keadaan yang meliputi suatu mahluk hidup atau sekumpulan mahluk hidup, terutama:
    1. Kombinasi dari berbagai kondisi fisik di luar mahluk hidup yang mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan kemampuan mahluk hidup untuk bertahan hidup.
    2. Gabungan dari kondisi sosial and budaya yang berpengaruh pada keadaan suatu individu mahluk hidup atau suatu perkumpulan/komunitas mahluk hidup.

Istilah lingkungan dan lingkungan hidup atau lingkungan hidup manusia seringkali digunakan silih berganti dalam pengertian yang sama.

Lingkungan hidup termasuk Sumber Daya Alamnya baik secara global, regional maupun nasional dalam sejarah peradaban manusia telah memberikandua makna bagi manusia. Disatu sisi, makna yang dirasakan adalah meningkatknya kesejahteraan dan kualitas hidup manusia, sedangkan di bagian lain menyebabkan bencana dan sekaligus penurunan kualitas hidup manusia .

Jika seseorang ditanyaakan memilih yang mana, tentu jawabannya Lingkungan Hidup dan SDA yang bias meningkatkan kesejahteraan dan sekaligus meningkatkan kualitas hidupnya. Sekalipun demikian fakta menunjukan bahwa hampir 1/6 penduduk dunia masih dikungkung dalam kemiskinan yang tidak mungkin keluar dari kungkungan tersebut tanpa bantuan pihak lain yang kondisinya berkecukupan baik dari aspek kemampuan IPTEK maupun finansial.

Dalam 2 dekade terakhir ini kesadaran global akan perlunya kebersamaan masyarakat dunia untuk bersatu padu menyelamatkan planet bumi dan mahluk hidup yang berada di dalamnya semakin menguat dan kongkrit dalam implementasinya.

Karena kerusakan bumi disadari betul penyebab utamanya ternyata karena kecerobohan dan tidak arifnya manusia di bumi dalam merencanakan dan mengendalikan pemanfaatan lingkungan hidup dan SDA nya bagi kepentingan yang mengatasnamakan “pengembangan wilayah” dan “meningkatkan kesejahteraan rakyat”.

Berkurangnya cakupan hutan, diversifikasi penggunaan lahan, meningkatnya hujan asam, meningkatnya kadar CO², penggunaan CFC, penipisan ozon,erosi, banjir,pemanasan global, kemiskinan, epidemi berbagai penyakit seperti AID/HIV, malaria dlsb. ternyata merupakan jalinan yang saling kait-mengkait yang ujung2-nya menyebabkan bencana kronis yang menyengsarakan manusia di planit bumi.

Akibat kerusakan Lingkungan Hidup ,sebagai contoh pemanasan global yang antara lain menyebabkan perubahan ilkim, ternyata dampak negatif yang ditimbulkan tidak mengenal apakah negara maju atau negara berkembang, miskin atau kaya,bangsanya/sukunya A atau B, agamanya C atau D dlsb.

Semuanya terkena dampaknya. Indonesia sendiri telah cukup banyak mengalami dampak negatif dari kerusakan lingkungan hidup tersebut seperti banjir, kekeringan, badai, pasang naik air laut, erosi, longsor yang berakibat menurunnya produktifitas di berbagai bidang kegiatan dan korban manusia yang tidak sedikit.

Bencana akibat kecerobohan dan sekedar mengejar keuntungan ekonomi jangka pendek sebetulnya telah terjadi sejak lama dan bahkan sejak awal peradaban manusia.

Sebagai contoh: punahnya manusia purba di Mesopotamia diyakini oleh para ahli karena lingkungan hidup yang rusak , penyakit minamata dan itai-itai di Jepang tahun 1950 an akibat pencemaran air di teluk Minamata karena limbah industri/pertambangan yang mengandung air raksa (Hg) dan cadmium (Cd), meluasnya penyakit malaria seiring meluasnya penggunaan pestisida.

Pada awalnya kesadaran untuk menjaga keberlanjutan fungsi lingkungan hidup hanya terbatas pada negara-negara industri yang di satu sisi menghasilkan keuntungan ekonomi tetapi di sisi lain ternyata industri juga menghasilkan limbah yang sangat merugikan bagi kesehatan dan keselamatan manusia. Limbah yang merugikan bagi kehidupan manusia tidak hanya berasal dari industri tetapi juga dari rumah tangga. Semakin tinggi tingkat kepadatan penduduk potensi pencemaran akibat limbah rumah tangga semakin tinggi.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Blog di WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: